Dewa Ayu Windu Sari Devi, “Miss Internet” Pertama Indonesia

1379240701

Denpasar – Sebanyak 20 perempuan melek internet, berkompetisi menjadi yang terbaik sebagai finalis dalam ajang Miss Internet 2013, Sabtu (14/9) malam, di Hotel Harris Sunset Garden, Kuta, Bali. Ajang yang dirintis oleh Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Daerah Bali ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Indonesia.

Dalam malam pelaksanaan grand final tersebut, para finalis diberikan sejumlah pertanyaan oleh dewan juri. Berawal dari 20 besar, para peserta lantas diciutkan menjadi 10 besar, kemudian mencari tiga besar sesuai dengan pilihan juri. Dari proses penjurian tersebut, akhirnya terpilihlah Dewa Ayu Windu Sari Devi (19 tahun) sebagai Miss Internet 2013. Sedangkan di peringkat kedua ada Diah Permata Sari AR (21), disusul IGA Trihita Nareswari (24) di posisi ketiga.

Selain seorang IT lover, Dewa Ayu yang terpilih diketahui merupakan seorang mahasiswi di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana. Sebelum mengikuti ajang Miss Internet, gadis dengan tinggi 171 cm dan berat 58 kg ini telah mengukir berbagai prestasi. Di antaranya adalah menjadi Runner-up 1 Duta Pariwisata Jegeg Bagus Gianyar (2013), Juara II Jegeg Bagus Baker’s Corner (2011), terpilih sebagai Teruni Favorit Denpasar (2010), 20 besar finalis Duta Kesehatan (2010), serta menjadi anggota Paskibraka Provinsi Bali tahun 2009.

Ditemui seusai menerima gelar Miss Internet 2013, Dewa Ayu mengaku bangga sekaligus terkejut, karena dirinya tak menyangka akan terpilih sebagai Miss Internet. “Tentunya saya sangat bangga, dan terkejut bisa terpilih,” ucapnya.

Saat ditanya tentang program ke depan sebagai duta internet, Dewa Ayu menyatakan akan mensosialisasikan kepada masyarakat luas tentang penggunaan internet aman dan sehat. “Tentunya saya sebagai duta internet akan terus mensosialisasikan penggunaaan internet aman dan sehat, sesuai dengan program Miss Internet 2013. Dan kita tahu, dengan terus berkembangnya teknologi internet, masyarakat bisa dengan baik memanfaatkannya,” jelasnya.

Sejumlah sosok berkompeten tercatat bertindak sebagai juri di grand final ajang Miss Internet 2013 ini. Antara lain sebagai Juri Beauty ada Tjok Aby (designer/owner De Galuh Boutique) dan Dyah Permata Sitawati (Direktur Umum PT Ristra Indolab). Kemudian sebagai Juri Smart ada Semuel Abrijani Pangerapan (Ketua Umum APJII Pusat), Dr I Gusti Ayu Indah Ardani (Psikiater RSUP Sanglah), serta Sujana (Wakil Cok Ace). Sementara untuk Juri IT Lovers, ada Sylvia W Sumarlin (tokoh wanita internet Indonesia), Zulfadly Syam (Ketua APJII Wilayah Bali), serta Adi Kusma (CEO Biznet Networks).

Sebelumnya, Wahid Juniarto selaku Ketua Panitia Miss Internet 2013, dalam sambutannya mengatakan, bahwa maksud diadakannya kegiatan ini antara lain adalah sebagai kemasan public relation (PR) dari APJII Bali, sebagai asosiasi yang mewadahi seluruh penyelenggara internet legal yang berada di Bali, untuk memberikan pengaruh positif kepada masyarakat luas tentang pemanfaatan internet yang sehat, aman dan produktif.

“Indonesia akan memiliki duta internet yang menargetkan kelompok muda untuk lebih melek internet, dan itu dari Bali,” katanya, sambil menambahkan bahwa event ini sangat diapresiasi dan didukung oleh jajaran pengurus APJII Pusat dan daerah.

Arnold Makasau, selaku anggota Steering Committee (SC) Miss Internet 2013, pun mengatakan bahwa tahun depan event ini akan lebih luas lagi jangkauannya, karena melibatkan perempuan dari seluruh Indonesia. “Kami mengajak pihak lain ikut bekerja sama tahun depan. Namun, host-nya tetap di Bali. Dari Bali untuk Indonesia,” ujarnya.

Sementara, mewakili Gubernur Bali, Kadis Pariwisata IB Kade Subikhsu mengatakan, internet pada dasarnya sangat bermanfaat dan produktif bagi kemajuan ekonomi. “Miss Internet akan memberikan sumbangsih pada Bali, terutama sektor pariwisata, karena peran teknologi informasi sangat penting dan harus dikuasai,” katanya.

sumber : beritasatu.com